Medan – Puluhan mahasiswa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari gabungan UNIKA, USU, Nomensen dan UISU menggelar aksi treatikal untuk memperingati Hari Kartini Sabtu (21/3) di Bundaran SIB. Aksi treatikal ini menggambarkan mengenai nasib yang dialami oleh perempuan yang mengalami kekerasan oleh majikannya, dan penindasan-penindasan yang dialami perempuan.
Aksi ini bertujuan untuk mengkritik kurangnya perhatian pemerintah terhadap kasus pelanggaran yang tidak bisa melindungi warga negara. Selain itu, massa membagikan bunga dan selebaran yang berisi makna Hari Kartini ke pengendara mobil dan sepeda motor.
Reni Andriani, koordinator aksi menjelaskan saat ini kekerasan masih banyak terjadi. “Agar masyarakat sadar, apalagi kaum perempuan akan hak-haknya,” ujarnya.
B Lumbanraja, salah satu polisi yang sedang bertugas mengatakan aksi Hari Kartini baik diperingati setiap tahunnya. Namun ia menyayangkan aksi tersebut digelar tanpa izin dan surat yang masuk kepada pihak kepolisian. “Aksinya ini tidak ada izin, jadi seharusnya bisa dibubarkan,” katanya.

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !